Gerakan Swasembada Jamban Tingkatkan Masyarakat Ekonomi Kreatif Desa Keretak

on .

Keretak – Masyarakat Desa Keretak Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah kembangkan swasembada jamban melalui ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya untuk mendukung tercapainya stop buang air besar sembarangan (SBS) di Kabupaten Bangka Tengah.

Pencanangan Gerakan Swasembada Jamban dan Deklarasi Desa SBS yang telah dilakukan masyarakat di Desa Keretak Kecamatan Sungaiselan, kamis (24/11/2016) merupakan rangkaian  kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 Tahun 2016.

Bupati Bangka Tengah yang diwakili oleh Asisten I Setda Bangka Tengah, Drs. Irwan dalam sambutannya mengatakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat ber-Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.

“Gerakan swasembada jamban melalui pemberdayaan masyarakat ekonomi kreatif dengan mengedepankan wirausaha sanitasi merupakan terobosan baru untuk tingkatkan cakupan akses jamban sehat di lingkungan masyarakat” kata Drs. Irwan.

“Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru dengan mengandalkan ide dan pengetahuan SDM sebagai faktor produksi utama. Ekonomi kreatid tidak hanya menciptakan nilai tambah secara ekonomi tetapi dapat meningkatkan nilai tambah secara sosial budaya dan lingkungan” lanjut Drs. Irwan.

Selanjutnya Asisten I mengatakan tujuan utama gerakan swasembada jamban adalah untuk mendukung tercapainya kondisi SBS dimana setiap individu dalam suatu komunitas tidak buang air besar di sembarang tempat, tetapi di fasilitas jamban sehat sehingga dapat mencapai Universal Accses 100 persen tahun 2019.

“Kegiatan swasembada jamban ini dapat dikembangkan menjadi BUMDes sehingga produksi jamban yang dibuat massal oleh setiap desa juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan desa”, kata Drs Irwan diakhir sambutan.

Dalam kegiatan Deklarasi SBS kali ini, 4(empat) desa/kelurahan yang akan mendeklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat pilar 1 yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yaitu perwakilan masyarakat Desa Keretak, Desa Bukit Kijang, Desa Kerakas dan Kelurahan Dul Pangkalanbaru.

Pencapaian Desa SBS sampai saat ini sudah mencapai 29 desa dari 63 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, sehingga capaian Desa SBS Kabupaten Bangka Tengah menjadi tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Setelah pendeklarasian Desa SBS oleh beberapa perwakilan masyarakat, dilaksanakan juga pemberian penghargaan kepada pemenang tenaga kesehatan teladan tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2016 berdasarkan keputusan Bupati Bangka Tengah Nomor 188.45/281/DINKES/2016 tanggal 1 April 2016.

Pemenang tenaga kesehatan untuk tenaga medis teladan diberikan kepada drg. Eva Fidia Lestari dari Puskesmas Koba, dr. Fedly Aristian di Puskesmas Sungaiselan dan dr. Neneng Erna Lestari di Puskesmas Simpangkatis.

Pemenang Tenaga Kesehatan Teladan Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2016

Tenaga Medis  Teladan

  1. Eva Fidia Lestari (Puskesmas Koba)
  2. Fedly Aristian (Puskesmas Sungaiselan)
  3. dr Neneng Erna Lestari (Puskesmas Simpangkatis)

Tenaga Paramedis Teladan

  1. Merta Sunarti, Am. Keb (Poskesdes Terentang/Puskesmas Koba)
  2. Elita, Am. Keb (Poskesdes Air Itam/Puskesmas Lampur)
  3. Elvina Malau, Am. Keb (Poskesdes Nadi/Puskesmas Lubukbesar)

Tenaga Kefarmasian Teladan

  1. Putri Indah Gustina, AMF (Puskesmas Pangkalanbaru)
  2. Teriyanti, AMF (Puskesmas Simpangkatis)
  3. Sri Rahmawati, AMF ( Puskesmas Lampur)

Tenaga Gizi Teladan

  1. Lystramika Mangunsong, SST (Puskesmas Pangkalanbaru)
  2. Winda Sari, AMG (Puskesmas Lubuk Besar)
  3. Novita Sari, AMG (Puskesmas Sungaiselan)

  • Sumber : Kominfo Bangka Tengah
  • Foto : Septian Dwi
  • Penulis : Agustiar