Dindik: Sistem ZonasiTidak Abaikan Mutu Pendidikan

on .

Koba - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M Yusuf mengatakan penerapan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru pada 2018 tidak mengabaikan mutu pendidikan. "Aturan sistem zonasi itu langsung dari kementerian terkait, tentu dengan banyak pertimbangan dan kami hanya menjalankan aturan dari pusat," katanya di Koba, Jumat.

Hal itu dikatakannya menjawab anggapan sebagian kalangan bahwa sistem zonasi dinilai berdampak terhadap menurunnya mutu dunia pendidikan karena mengutamakan warga di sekitar sekolah tanpa memperhatikan kualitas. "Adanya anggapan demikian mungkin mereka belum begitu paham dengan sistem zonasi, maka ini perlu disosialisasikan lagi. Pada hari pertama masuk sekolah momentum yang tepat untuk menjelaskan kepada orang tua keuntungan dari sistem zonasi ini," katanya.

Ia menjelaskan, penerapan sistem zonasi ini untuk penyebaran siswa di sejumlah sekolah agar tidak menumpuk di satu sekolah saja seperti yang terjadi selama ini. "Sebelumnya ada sekolah yang jumlah pendaftarnya sangat banyak sementara kuota terbatas, ada juga sekolah yang minim pendaftar," katanya.

Kendati demikian, kata dia, tetap diberikan kuota sebesar 10 persen untuk anak dari luar zonasi dengan persyaratan adalah anak berprestasi baik akademik maupun prestasi lainnya. "Tetap diberikan peluang untuk anak dari luar zonasi tetapi persyaratannya adalah mereka yang beprestasi dan ini menunjukkan bahwa sekolah tidak mengabaikan mutu anak didik," katanya.

Ia mengatakan, sistem zonasi ini hanya diberlakukan terhadap tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). "Hari ini terakhir penerimaan siswa baru, pada Senin (9/7) merupakan hari pertama masuk sekolah dimana siswa wajib didampingi orang tuanya," ujarnya.

 

Sumber (Antara News)