Home Daerah Pemprov dan Polda Babel Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Pemprov dan Polda Babel Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Deklarasi Pemilu Damai

62
0
SHARE
Pemprov dan Polda Babel Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Keterangan Gambar : Deklarasi Pemilu Damai

KOBA – Mengingat pemilihan Legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Pilpres dilakukan secara serentak pada Tahun 2019 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Polda kepulauan Bangka Belitung (Babel) gelar deklarasi pemilu damai sejuk dan aman serta do’a istighotsah di Masjid Ar- Raihan, Selasa (16/10/2018) Bangka Tengah.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan dalam sambutannya mengatan, pemilu 2019 merupakan helatan demokrasi terbesar yang pertama kita lakukan secara serentak dalam pemilu legislatif dan pemilu Presiden di Indonesia.

“Pesta demokrasi ini merupakan terbesar yang pernah terjadi di negeri ini, bahkan di Negara lain belum pernah terjadi. Ini merupakan tantangan besar yang harus kita persiapkan, untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk cerdas dalam berdemokrasi,” ucap Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi menambahkan, pada masa kampanye maupun pemilu serentak nanti diharapkan bejalan secara baik. Menurutnya, dalam upaya menciptkana pemilu damai harus kita lakukan secara bersama-sama. “kita harus terus berusaha dan terus mensosialisasikan bagaimana nantinya dalam pemilu nanti berjalan dengan sukses dan berjalannya pemilu dengan baik,” harap Gubernur Erzaldi.

Sementara Kapolda Kep. Babel, Brigjen (Pol). Dr. Syaiful Zachri mengatakan, sekarang telah memasuki masa kampanyel pemilu legislatif dan pemilu Presiden.

“Secara institusi tentu juga kami mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mensukseskan pesta demokrasi ini, tentunya pengamanan dalam pemilu yang jauh dari konflik horizontal,” kata Kapolda Syaiful.

Kapolda melanjutkan, fokus pengawalan dari pihak kepolisian dalam pemilu nanti terdiri dari tiga tahap, yakni saat kampanye, pemilihan, dan tahapan penghitungan suara pemenang.

“Tiga proses tahapan ini akan kami kawal dengan ketat sebagai langkah antisipasi terhadap hal yang melanggar hukum dan yang dapat memicu terjadinya perpecahan di masyarakat,” jelas orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung itu.

Sementara Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh yang turut hadir dalam acara deklarasi pemilu damai tersebut juga mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pelaku dan penyelenggara pemilu untk tidak saling fitnah, saling hujat dan saling membenci saat berjalannya kampanye hingga pemilu serentak nanti.

“Kami berharap dengan deklarasi pemilu damai nantinya dapat menciptakan pemilu yang damai, santun dan beretika. Sehingganya nantinya pula kita mendapatkan pempimpin yang berkualitas yang kita harapkan semuanya,” kata Bupati Ibnu.

KOBA – Mengingat pemilihan Legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Pilpres dilakukan secara serentak pada Tahun 2019 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Polda kepulauan Bangka Belitung (Babel) gelar deklarasi pemilu damai sejuk dan aman serta do’a istighotsah di Masjid Ar- Raihan, Selasa (16/10/2018) Bangka Tengah.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan dalam sambutannya mengatan, pemilu 2019 merupakan helatan demokrasi terbesar yang pertama kita lakukan secara serentak dalam pemilu legislatif dan pemilu Presiden di Indonesia.

“Pesta demokrasi ini merupakan terbesar yang pernah terjadi di negeri ini, bahkan di Negara lain belum pernah terjadi. Ini merupakan tantangan besar yang harus kita persiapkan, untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk cerdas dalam berdemokrasi,” ucap Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi menambahkan, pada masa kampanye maupun pemilu serentak nanti diharapkan bejalan secara baik. Menurutnya, dalam upaya menciptkana pemilu damai harus kita lakukan secara bersama-sama. “kita harus terus berusaha dan terus mensosialisasikan bagaimana nantinya dalam pemilu nanti berjalan dengan sukses dan berjalannya pemilu dengan baik,” harap Gubernur Erzaldi.

Sementara Kapolda Kep. Babel, Brigjen (Pol). Dr. Syaiful Zachri mengatakan, sekarang telah memasuki masa kampanyel pemilu legislatif dan pemilu Presiden.

“Secara institusi tentu juga kami mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mensukseskan pesta demokrasi ini, tentunya pengamanan dalam pemilu yang jauh dari konflik horizontal,” kata Kapolda Syaiful.

Kapolda melanjutkan, fokus pengawalan dari pihak kepolisian dalam pemilu nanti terdiri dari tiga tahap, yakni saat kampanye, pemilihan, dan tahapan penghitungan suara pemenang.

“Tiga proses tahapan ini akan kami kawal dengan ketat sebagai langkah antisipasi terhadap hal yang melanggar hukum dan yang dapat memicu terjadinya perpecahan di masyarakat,” jelas orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung itu.

Sementara Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh yang turut hadir dalam acara deklarasi pemilu damai tersebut juga mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pelaku dan penyelenggara pemilu untk tidak saling fitnah, saling hujat dan saling membenci saat berjalannya kampanye hingga pemilu serentak nanti.

“Kami berharap dengan deklarasi pemilu damai nantinya dapat menciptakan pemilu yang damai, santun dan beretika. Sehingganya nantinya pula kita mendapatkan pempimpin yang berkualitas yang kita harapkan semuanya,” kata Bupati Ibnu.