Kesehatan dan Keluarga Berencana

Kesehatan 

Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah pembangunan dalam upaya bangsa Indonesia mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi.

Pembangunan kesehatan dalam rangka terciptanya kualitas sumberdaya manusia sebagai insan harus dilakukan dalam keseluruhan proses kehidupan-nya mulai dari dalam kandungan bahkan jauh sebelumnya, yaitu dengan memperhatikan tingkat kesejahteraan para calon ibu, kemudian sebagai bayi, balita, usia sekolah, remaja, pemuda, usia produktif, sampai kepada usia lanjut. Dengan demikian pembangunan kesehatan juga mempunyai peranan yang amat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.

Di Kabupaten Bangka Tengah pembangunan di bidang kesehatan juga tak luput dari perhatian dan peran dari pemerintah maupun masyarakat sendiri.

Pada tahun 2005, jumlah penduduk yang menderita penyakit infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas (SPBA) sebanyak 11.293 orang, penyakit kulit infeksi sebanyak 2.178 orang, malaria klinis 4.330 orang, penyakit tekanan darah tinggi 2.755 orang, dan diare sebanyak 2.744 orang.

Sementara itu tahun 2005 jumlah tenaga paramedis non perawat kesehatan yang berpendidikan APK sebanyak 1 orang, AKZI 3 orang, Akademi Rontgent 2 orang dan SPPH 1 orang. Sedangkan untuk jumlah tenaga medis, tahun 2005 jumlah Dokter umum sebanyak 9 orang, Dokter gigi 5 orang, SAA 6 orang dan Sarjana Kesehatan sebanyak 2 orang.

Jumlah tenaga paramedis perawat kesehatan menurut jenis kesehatan pada tahun 2005 adalah sebagai berikut; jumlah para medis perawat yang berpendidikan AKPER 14 orang, SPK 20 orang, Perawat gigi 2 orang SPKU 1 orang, dan Bidan/ Akademi Bidan 36 orang, SPAG 2 orang dan LCPK 12 orang.

Guna menunjang derajat kesehatan masyarakat, ternyata partisipasi pihak swasta juga diperlukan. Pada tahun 2005 di Kabupaten Bangka Tengah terdapat Dokter yang buka praktek swasta 6 orang, bidan praktek swasta sebanyak 1 orang dan tukang gigi swasta sebanyak 4 orang.

Keluarga Berencana 

Di Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2005 terdapat 30.079 kepala keluarga. Dari jumlah keluarga tahun 2005 ini terdiri dari Pra KS sebanyak 4.144 KK, KS I sebanyak 9.736 KK, KS II sebanyak 11.562 KK, KS III sebanyak 4.590 KK dan KS III + (plus) sebanyak 53 KK. Sedangkan jumlah jiwa dalam keluarga pada tahun 2005 sebanyak 132.123, Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2005 adalah sebanyak 24.345 PUS, dari jumlah tersebut yang menggunakan alat kontrasepsi KB sebanyak 17.474 PUS atau sebesar 71,77 persen. Dari jumlah tersebut diantaranya sebanyak 698 PUS menggunakan IUD, 13 memakai MOP, 341 memakai MOW, 1.331 PUS Implant, 7.279 PUS Suntikan, 7.319 PUS menggunakan PIL dan 493 PUS memakai Kondom.
Tahun 2008

tabel_kb_400 

Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan sampai Tahun 2008