Browse this website in:
Banner
Banner
Banner
Banner
Pangkalanbaru PDF Print E-mail
User Rating: / 19
PoorBest 
  • kantor_camat_pangkalan_baru
  • Kantor Camat Pangkalan Baru

GSG_Pangkalan_BAru_1

Gedung Serba Guna Pangkalan Baru

  • Luas Wilayah = 10.827,38 Ha
  • Jumlah Penduduk = 37,029 jiwa
  • Kepadatan = 399,42 jiwa/km2
  • Camat : Suwarno, SH

Profil Kecamatan Pangkalanbaru

(Struktur Organisasi, Tugas dan fungsi, Visi dan Misi, Pegawai Kecamatan Pangkalanbaru Tahun 2012)

Program dan Kegiatan

(Ringkasan program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2012)

Kinerja Kecamatan Pangkalanbaru

(Laporan Akuntabilitas Kinerja Kecamatan Pangkalanbaru Tahun 2011)

Laporan Keuangan

(Ringkasan Laporan Keuangan Tahun 2011 : Laporan Realisasi anggaran dan Neraca)

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa di Kecamatan Pangkalanbaru)

Dilihat dari jumlah penduduk maupun angka kepadatan penduduk maka Kecamatan Pangkalan Baru memiliki jumlah penduduk serta kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Bangka Tengah. Hal ini tidak lepas oleh faktor geografis Kecamatan Pangkalan Baru yang berbatasan langsung dengan ibukota Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebagai wilayah penyangga ibukota propinsi, tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Pangkalanbaru menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Bangka Tengah.

Tingginya kebutuhan property dan semaking berkembangnya daerah di Kecamatan Pangkalanbaru, PT Afa Cipta Makmur Wahana saat ini telah membangun perumahan Bukit Kejora Permai yang berlokasi di Gg. Goa , Jl Raya Koba 08. Perumahan yang dibangun diatas lahan 5 ha, sudah didirikan 90 unit rumah dengan berbagai tipe, yaitu : tipe 36/84, tipe 45/120 dan tipe 56/120.

Dari Wisata Bangka Tengah

Berlatar belakang Bukit Kejora membuat perumahan Bukit Kejora Permai memiliki pemandangan alami yang spesial dibanding perumahan lain. Menyajikan perumahan nyaman yang ramah lingkungan dengan pesona salah satu kekayaan alam daerah Pulau Bangka.

Sungguh lokasi yang sangat nyaman dan strategis untuk dijadikan hunian keluarga dan tempat berinfestasi. Potensi wisata lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Pangkalanbaru Bangka Tengah yaitu terdapatnya beberapa pantai yang masih alami dan indah diantaranya pantai keranji, pantai tanah merah, pantai kedimpel, dan pantai batu belubang.

Kehadiran tiga hotel berbintang di wilayah Pangkalanbaru yatiu Hotel Santika, Novotel dan Aston Soll Marina akan menjadi faktor penunjang rencana pengembangan pariwisata di wilayah Bangka Tengah.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah akan berusaha untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap para investor baik dalam urusan administrasi, fasilitas usaha serta keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi usaha di daerah Kecamatan Pangkalanbaru karena merupakan lokasi strategis yang dekat dengan berbagai fasilitas kota seperti perkantoran pemerintah, Bandara Depati Amir dan lain-lain.

Di Desa Airmesu terdapat sekitar 200 pencinta nepenthes yang tergabung dalam kelompok Armes Flora. Sementara di Padangbaru, beberapa kolektor membudidayakan nepenthes sejak 2005.

Sekitar 24 Jenis nepenthes-nepenthes yang ada yaitu Nepenthes ampullaria, N. gracilis , N. mirabilis, N . rafflesiana , N. reinwardtiana , N. hookeriana, dan N. albomarginata. Nepenthes mudah ditemukan di ladang-ladang dekat pemukiman. Bahkan di samping bandara masih banyak mirabilis merambat di antara ranting-ranting tanaman perdu.

Hutan krangas langsung terlihat setelah 500 m menyusuri jalan setapak dan beberapa meter dari bibir hutan kantong-kantong gracilis dan rafflesiana beragam ukuran berserakan di atas tanah gambut. Sedangkan mirabilis bergelayutan di ranting-ranting kayu pelawan.

Dari Pantai Tanah Merah

Nama-nama Desa / Kelurahan:

Dul

Asal mula nama kampung Dul berasal dari seorang sesepuh daerah ini yang bernama Abdul Hakim. Dengan panggilan Pak Dul. Selain asal nama sesepuh kampung, banyak hal juga merujuk pada kata Dul didaerah ini, seperti Gunung Dul yang berdekatan dengan Bukit Pao , juga terdapat air dul. Dul adalah singkatan dari darat, udara dan laut. Dasar Perda no 32/2006, potensi: perkebunan, perikanan air tawar, home industri, perdagangan/jasa. Dengan menyandung status sebagai kelurahan dan berada pada posisi strategis dengan kondisi sosial dan ekonomi layaknya sebuah perkotaan, serta dikenal dengan trade mark, maka slogan daerah ini dapat dirumuskan dengan kata "SERAMBI" (SE Ramah, Aman, Berbudaya, dan Indah).

Desa Tanjung Gunung

Pada awalnya, wilayah desa Tanjung Gunung dikenal dengan nama Bubung Enam, karena rumah-rumah ada saat itu terpencil-pencil diperkirakan ada enam rumah. Kemudian pernah juga dikenal nama lain, yaitu Parit Tiga. Saat ini nama Bubung Enam masih dipakai sebagai nama salah satu jalan didesa ini. Tanjung terletak pada kaki gunung, Desa dikelilingi gunung, yang dekat tanjung. Dasar SK Gub Sumsel no. 141/786/PEM/81 tanggal 10 Februari 1981, potensi: peternakan, perkebunan, pariwisata laut,perikanan,pertambangan(timah). Berdasarkan sektor unggulan yang daerah ini miliki dan trademark-nya sebagai Desa Wisata Bahari, maka Slogan Desa Tanjung Gunung dapat dirumuskan dalam kata "SENGKULAK" (Sejuk, Nyaman, Giat, Kekeluargaan, selaras, Aman dan Kompak) Kades Tanjung Gunung:Hamsani no Telp : 081373987572.

Desa Benteng

Nama Benteng berasal dari zaman Lanon (portugis). Dahulu, ada sebuah benteng yang saat ini puing-puingnya pun sudah tidak ada lagi, sekarang hanya berupa hamparan pasir di dekat batu nek. Banyak dihuni/didiami oleh warga Tionghoa dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja di Pulau Bangka, Belanda mendatangkan pekerja ang berasal dari Cina yang dikenal dengan istilah Singkek Parit. potensi: peternakan,home industri,perdagangan/jasa. Berdasarkan pemetaan potensi dan riwayat adat budaya dan sejarah Desa Benteng, maka Slogan Desa Benteng dapat dirumuskan dalam kata "PENDEKAR" (Panutan, Elok, Nyaman, Damai, Energik, Kreatif, Aman, dan Ramah) Kades Benteng : Abu Hasim : (Tjin Muk SE :2008-2014) no telp : 081949088196, penduduk = 1109 laki-laki,1094 perempuan, 577 KK

Desa Air Mesu

Berdasarkan cerita sejarah, nama Air Mesu merupakan gabungan dua kata, yaitu Air dan Mesu. Air yang berarti sungai besar yang memang terdapat di daerah ini, dan Mesu yang berasal dari kata Mesiu yang bearti peluru pada zaman penjajahan Belanda yang banyak terdapat pada sungai-sungai tersebut, sehingga akhirnya dinamakanlah daerah tersebut dengan nama desa Air Mesu. Dasar SK Gub Sumsel no. 141/786/PEM/81 tanggal 10 Februari 1981, potensi: peternakan, perkebunan, pasar tradisional, pertambangan(timah). Berdasarkan Trademark-nya sebagai Desa Perkebunan dan Wirausaha, maka Slogan Desa Air Mesu dapat dirumuskan dalam kata “BERASE” (Bersih, Elok, Religius, Aman, dan Sejahtera). Kades Air Mesu:Sudarto (periode 2008-2014) no telp  081271835498

Desa Air Mesu Timur

Sejarah Air Mesu Timur tentunya tidak berbeda dengan Air Mesu. Hal ini disebabkan karena kedua desa memang baru dimekarkan dari desa induknya, yaitu Air Mesu. Desa Air Mesu Timur terbentuk pada tahun 2012 yang merupakan pemekaran dari Desa Air Mesu. Berdasarkan pemetaan potensi dan keagamaan yang kental di kehidupan Desa Air Mesu Timur maka Slogan Desa ini dapat dirumuskan dalam kata “BESINAR” (Bersih, Santun, Indah, Nyaman, dan Religius). Kades Air Mesu Timur : Zuhri no telp: 085267349703.

Desa Beluluk

Berdasarkan sejarah, nama Desa Beluluk berasal dari kata “MOLULOK” yang mana pada zaman penjajahan belanda nama tersebut digunakan oleh penambang timah yang berasal di Cina, bearti “Jalan Buntu”. Nama Molulok kemudian warga cina berubah pengucapan menjadi “Belulok”. Seiring berjalannya waktu akhirnya nama Belulok berubah pengucapan dan penulisannya menjadi “Beluluk”. Disamping itu ada juga pendapat yang menyatakan bahwa nama Desa Beluluk diambil dari sebuah nama pohon yang banyak tumbuh dikawasan ini. Pohon ini biasa dikenal dengan pohon aren yang banyak digunakan penduduk untuk diambil niranya. Masyarakat setempat biasa menyebut Beluluk dengan istilah Belulak. Dasar Perda no 32/2006, potensi: peternakan, perdagangan/jasa. Berdasarkan potensi dan trademark-nya sebagai gerbang perdagangan, jasa, dan wisata, maka Slogan Desa Beluluk dapat dirumuskan dalam kata “GAPURA” (Gerbang nan Aman, Peduli, Unggul, dan Ramah). Kades Beluluk : Muhzan (Pjs) no telp : 081373399789

Desa Jeruk

Menurut cerita, dahulu di daerah ini banyak terdapat kebun jeruk, misalnya yang terdapat dari Simpang Green Babel sampai ke dekat Bukit Kejora yang saat ini merupakan wilayah dari desa Beluluk. Karena pertimbangan inilah akhirnya daerah ini dinamakan Desa Jeruk. Potensi: pertanian, peternakan,pertambangan, sayur mayur,perdagangan/jasa. Berdasarkan kondisi dan potensi yang ada dan Trademark-nya daerah ini sebagai desa Go Green, maka slogan desa ini dapat dirumuskan dalam kata “BESULAM” (Bersih, Elok, Sejahter, Unik, Selaras, dan Madani). Kades Jeruk : Julianto,(Darmawan : periode 2008-2014) no telp : 085267893039

Desa Pedindang

Desa Pedindang merupakan bagian dari desa Mangkol. Asal usul penamaan Pedindang berasal dari nama kapal hisap milik PT. Timah, yaitu KD.PEDINDANG, yang mulai beroperasi pada tahun 1964. Perda no 32/2006, potensi: peternakan(sapi),perkebunan(duku,coklat,karet),pertanian. Berdasarkan sejarah lahirnya desa ini dan Trademark-nya sebagai Desa Sentra Perdagangan dan Jasa, maka Slogan desa ini dapat dirumuskan dalam kata Pedindang “BERDENDANG” (Bersih, Demokratis, nan Damai dan Anggun). Kades Pedindang:Suwandi Ali no telp : 08127173095

Desa Mangkol

Merupakan suatu desa di Kabupaten Bangka Tengah yang berbatasan langsung dengan Kota Pangkalpinang. Mangkol sebagai nama gunung yang dahulu memang menjadi bagian dari wilayah desa ini. Secara geografis, Mangkol sangatlah strategis karena menjadi jalan utama menuju kecamatanlain di Bangka Tengah maupun dilewati kendaraan yang akan menuju Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan. Dasar SK Gub Sumsel no. 141/786/PEM/81 tanggal 10 Februari 1981, potensi: peternakan, perkebunan, home industri,perdagangan/jasa. Berdasarkan jenis perdagangan dan Trademark-nya sebagai Desa Home Industry dan Bisnis, maka slogan Desa ini misalnya dapat dirumuskan dalam kata Mangkol “BERGUNUNG” (Berbudaya, Berdaya Guna, dan Unggul). Kades Mangkol (2012-2017) : Sugiarto no telp : 085369691930.

Desa Padang Baru

Nama Padang dikarenakan wilayah ini merupakan hamparan yang luas yang ditanami oleh tanaman nanas yang luasnya mencapai puluhan hektar. Kawasan Padang ini terbagi dua, yaitu Padang Madura (sekarang masuk wilayah kelurahan Air Itam Kota Pangkalpinang dan Padang Baru (nama desa ini sekarang). Berdasarkan potensi dan trademark-nya sebagai desa sentra pangan atau produksi pertanian, maka Slogan Desa Padang Baru dapat dirumuskan dalam kata “BETUNAS” (Beradat, Unggul, Nyaman, Berwibawa, dan Sopan). Potensi: peternakan, perdagangan/jasa, home industri,perikanan air tawar,pariwisata. Kades Padang Baru:Edi Ermanto no telp : 081373503356

Desa Kebintik

Nama Kebintik menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat adalah nama seorang perempuan yang berasal dari Kampung Dul yang setiap hari pergi memancing di pantai dekat Sampur. Pantai dimaksud saat ini sudah tidak ada lagi karena sudah menjadi daratan. Posisi pantai tersebut berada dekat Masjid Sampur. Suatu hari , dikala pergi memancing dia tidak pulang lagi dan meninggal dilokasi yang biasa dia gunakan untuk memancing. Sejarah lain mengungkapkan bahwa di desa ini melekat nama teratai atau 9 teratai. Mungkin ini ada hubungannyya dengan sebagian penduduk yang mendiami wilayah ini merupakan Etnis Tionghoa, dimana teratai merupakan salah satu simbol. Berdasarkan catatan sejarah yang melekat pada desa ini, maka Slogan Desa Kebintik dapat dirumuskan dalam kata “SEMBILAN TERATAI” (Selaras, Membina keunggulan, TERtib, Aman, Tentram, dan Indah). Kades Kebintik : Henni no telp : 082175656850

Desa Batu Belubang

Sekelumit cerita tentang nama dan sejarah Desa Batu Berlubang bermula dari adanya seorang warga Desa Air Mesu yang pergi memancing di pantai suatu desa. Pada saat memancing orang tersebut menemukan sebongkah batu yang bagian tengahnya berlubang.saat ini posisi batu tersebut terletak dipemukiman warga, tepatnya di jalan menuju pantai Tapak Hantu. Dengan ditemukannya sebuah batu yang berlubang seperti goa didaerah tersebut , maka daerah tersebut diberi nama Batu Belubang. Dasar Perda no 32/2006, Potensi: perikanan, pariwisata,perkebunan home industri (makan olahan ikan). Berdasarkan pemetaan potensi tersebut dan Trademark-nya sebagai Desa Bahari dan Wisata Pantai, maka Slogan Desa Batu Belubang dirumuskan dalam kata “BETAPAK” (Bemartabat, Aman, Partisipatif, dan Keluargaan. Kades Batu Belubang: Sarjono SE no telp : 082373339393

Last Updated on Tuesday, 01 April 2014 10:00